Batang  

Tanggul Laut Pantura Segera Dibangun, Pekalongan dan Batang Barat Jadi Prioritas

Rizal menegaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen besar pemerintah yang tetap harus dikawal bersama.

Ia juga mengakui kondisi fiskal nasional saat ini menjadi tantangan tersendiri.

“Ini angka besar, apalagi sekarang anggaran diefisiensikan, tapi prinsipnya pemerintah ingin membantu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga telah mengusulkan agar Pekalongan masuk dalam prioritas pembangunan Giant Sea Wall tahap pertama.

Usulan tersebut disampaikan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Dody menyoroti kondisi Pekalongan yang sebagian wilayahnya sudah berada di bawah permukaan air laut.

BACA JUGA :  KEK Dibangun, Dampak Ekologi Harus Jadi Perhatian 

“Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut, jadi perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini dinilai sangat penting untuk melindungi kawasan Pantura Jawa.

Wilayah ini diketahui memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Data menyebut, Pantura menyumbang sekitar 368,3 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dengan urgensi tersebut, proyek Giant Sea Wall diharapkan tidak hanya menjadi solusi banjir rob dan abrasi, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional. (**)