Budi menambahkan, jalur aliran yang mengarah ke Desa Adisana juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, tanggul darurat di sisi tersebut sebelumnya pernah jebol pada November lalu, hingga menyebabkan aliran Sungai Keruh masuk dan merendam sawah serta jalan utama desa.
“Dengan kondisi tanggul yang sekarang, wilayah bantaran Sungai Keruh masih rawan. Jika hujan deras kembali turun di wilayah hulu dan debit sungai meningkat, potensi banjir susulan masih ada,” jelasnya. (**)


