BREBES, smpantura – Kondisi kritis terjadi di ruas jalan provinsi Bumiayu–Salem, Kabupaten Brebes. Tebing Sungai Cilakar di wilayah Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, mengalami longsor dan kini hanya berjarak sekitar satu meter dari badan jalan.
Kondisi ini membuat jalur penghubung antarwilayah tersebut berada dalam kondisi rawan, terlebih dengan intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lokasi, Kamis (9/4/2026), memperlihatkan bagian tebing yang amblas cukup dekat dengan aspal jalan. Potensi longsor susulan masih terbuka apabila tidak segera dilakukan penanganan permanen.
Sekretaris Desa Pangebatan, Agus Supriyanto, menyebut longsor tersebut bukan peristiwa baru. Proses pengikisan terjadi secara bertahap akibat derasnya arus Sungai Cilakar yang terus menghantam dinding tebing.
“Longsor sudah lama terjadi. Alur sungai itu menabrak tebing terus, jadi lama-lama terkikis dan akhirnya longsor,” ujarnya.
Sebagai langkah darurat, pihak terkait telah melakukan penanganan sementara di lokasi. Permukaan tebing yang labil ditutup menggunakan lembaran geotekstil yang dipasang mengikuti kontur tanah.
Material tersebut berfungsi untuk mengurangi rembesan air hujan serta menekan laju erosi agar pergerakan tanah tidak semakin cepat.
Selain itu, di bagian atas tebing juga terlihat karung-karung berisi material tanah yang disusun sebagai penahan tambahan untuk mengurangi risiko pergeseran tanah.
Namun, kondisi tersebut masih menyisakan kekhawatiran di kalangan pengguna jalan. Raharjo, salah seorang pengendara yang melintas, berharap ada penanganan lebih serius sebelum kerusakan meluas.


