”Ini karena buku merupakan jendela ilmu dan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berwawasan luas,” ucapnya.
Rannah Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari ini ikut di meriahkan berbagai perlombaan edukatif yang terbagi dalam empat divisi utama. Yakni Divisi Al-Qur’an, Divisi Sunnah, Divisi Literasi Bahasa, dan Divisi Gabungan. Beberapa perlombaan yang di selenggarakan antara lain Lomba Cerdas Cermat (LCC), Language Dubbing, Hifdzil Qur’an, hingga lomba konten TikTok bertema Al-Qur’an dan Hadis. Yang di rancang untuk melatih daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan komunikasi santri.
KH Anang Rikza Masyhadi juga mencoba teknologi Virtual Reality (VR) yang menghadirkan pengalaman interaktif dalam menelusuri sejarah Islam serta nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari Al-Qur’an. Rangkaian kunjungan kemudian di lanjutkan dengan peninjauan book fair, pameran kaligrafi, serta pameran infografis Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pimpinan bersama jajaran asatidz juga meresmikan pameran maket dan replika. Meliputi replika Pondok Modern Tazakka, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, serta Rumah Rasulullah SAW.
”Kegiatan festival ini memiliki urgensi tinggi dalam penguatan aspek kognitif dan akademik santri. Kita berharap, Rannah Festival dapat terus berkembang dan meningkat kualitasnya setiap tahun. Baik dari sisi keragaman pameran, bazar, maupun inovasi program. Dengan demikian mampu menjadi wahana strategis dalam memperkuat literasi keilmuan santri Tazakka. Serta menyiapkan generasi pemimpin bangsa yang berkarakter Qur’ani dan berlandaskan As-Sunnah,” ucapnya. (**)


