”Silahkan menulis. Jadilah orang yang bisa mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan tulisan. Buat tulisan yang positif dan bisa membimbing pembaca ke arah hal-hal yang baik karena kalian adalah santri,” pintanya.
Suyono mencontohkan, tulisan santri diharapkan bisa memuat nilai-nilai kebaikan seperti toleransi, kejujuran dan menggerakan orang untuk selalu memiliki semangat membangun kedamaian. Selain Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan Wakil Bupati Batang Suyono, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad MA, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko, Kepala Dinas Komdigi Jateng Agung Hariyadi, Kasie Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Batang Ahmad Munir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Inaaroh KH M Luthfi, Koordinator GSM Agus Fathudin Yusuf dan tim GSM Suara Merdeka.
Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad MA yang hadir dalam kegiatan ini juga menyampaikan kegembiraanya dengan pelaksanaan GSM. Dirinya mengaku selalu hadir dalam kegiatan GSM yang sudah dilaksanakan selama 32 tahun.
”GSM itu sebuah gerakan yang punya pengaruh besar terhadap para santri. Banyak sekali santri yang bisa menulis dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena mendapatkan ilmu dari GSM. GSM itu bukan semata-mata mengajarkan menulis, tapi bagaimana santri mempunyai mental yang kuat untuk menghadapi masa depan. Untuk itu, saya tidak pernah absen dan selalu datang dalam kegiatan GSM,” ucapnya.
Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko mengatakan, GSM diinisiasi oleh Suara Merdeka di tahun 1994. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mensiarkan kebaikan melalui tulisan. Dan kalangan santri adalah bagian dari generasi muda yang bisa menjadi kekuatan untuk menyebarkan nilai-nilai seperti toleransi, persatuan, kebangsaan dan kedamaian.


