Slawi  

Tiga Napi Terorisme Menangis Saat Cium Bendera Merah Putih

Ucapkan Ikrar Setia NKRI 

Sejak 23 Oktober 2025 dua Napiter di pindahkan ke Lapas Kelas IIB Slawi dan satu orang di Lapas Kelas IIB Brebes.

“Ini merupakan salah satu pembinaan dan pemenuhan hak-hak mereka. Kalau dalam pembinaan ini mereka berkelakuan baik, maka mereka dapat mendapat remisi pada saat Idul Fitri maupun saat 17 Agustus. Untuk mempercepat reintegrasi kembali kepada masyarakat,”tuturnya.

Edi Kuhen menyebutkan, dalam proses deradikalisasi, Napiter mengikuti berbagai kegiatan. Seperti kegiatan kerohanian, program kebangsaan dan bernegara, pembinaan fisik seperti olahraga.

“Mereka melaksanakan program dari Lapas Kelas IIB Slawi yang di laksanakan internal. Maupun program-program dari BNPT juga dari Densus 88 yang memantau mereka melaksanaan program pembinaan deradikalisasi,” sebutnya.

Edi Kuhen menegaskan, terorisme hanya salah satu bentuk kejahatan yang berada di dalam Lapas, masih banyak jenis kejahatan lainnya.

BACA JUGA :  Bupati Umi : Tidak Ada Yang Kita Tutup-Tutupi, Kita Buka Seluas-Luasnya

Sementara itu, Ishak salah satu Napiter menyatakan, sangat terharu saat membacakan ikrar setia NKRI dan mencium bendera merah putih.

“Saya merasakan, saya adalah warga negara Indonesia dan harus membangun diri. Membangun keluarga, membangun negeri dan bangsa,”sebutnya.

Selama dua bulan di Lapas Kelas IIB Slawi, Ishak mengaku mengikuti berbagai program yang di selenggarakan di sana. Seperti kegiatan religius, taklim dan olahraga bersama. Pria berusia 54 tahun ini bertekad menjadi pribadi yang lebih baik, dan bisa membangun keluarga lebih baik. Ia juga berharap dapat menekuni usaha sablon seperti dulu. Bahkan bila di beri kesempatan, ia akan menularkan keahlian sablon kepada warga binaan lainnya. (**)