Pada hari ke-7 SRU mencium bau misterius di sekitar pos 3 Tapak Nogo yang menjadikan sebagai petunjuk baru keberadaan survivor. Kemudian pencarian di tambah tiga hari, namun hasilnya masih nihil.
“Keterlibatan KMPA Giri Bahama dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata. Dan berdampak dari mahasiswa Fakultas Geografi UMS dalam membantu persoalan di masyarakat dan berguna bagi sesama. Ketabahan, ketulusan, dan keberanian anggota KMPA Giri Bahama merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” ujar Nirma Lila Anggani, Dosen Fakultas Geografi.
Ia mengatakan, kasus hilangnya Yasid menjadi pengingat untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan dalam melakukan kegiatan di luar ruangan. Bukan berarti gunung yang rendah, jalur yang mudah dapat di anggap bebas risiko. Bekal pengetahuan, fisik, dan persiapan yang matang menjadi langkah strategis dalam menyukseskan kegiatan.
Semoga dengan adanya kejadian itu, lebih berhati-hati dalam berkegiatan untuk menjaga etika. Dan meningkatkan nilai-nilai tanggung jawab serta kedisiplinan ketika di alam bebas dan dimanapun kita berada. (**)


