TEGAL, smpantura – Universitas Bima Sakapenta (Ubisa) Tegal, kini tengah menyiapkan mahasiswa-mahasiswinya, untuk mengikuti program magang kerja di Taiwan. Hal itu permintaan khusus yang disampaikan PT Sampeang Alifid Mandiri, yang siap memfasilitasinya.
Rektor Ubisa Tegal Drs Agus Suprihadi MT didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta Khafdilah MS SKom SH MH mengatakan, universitasnya akan menindaklanjuti tawaran itu. Karena dapat meningkatkan kualitas lulusannya.
”Program magang kerja ini hampir identik dengan kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) mahasiswa di sejumlah perusahaan. Meski begitu ada perbedaan yang ditawarkan industri di Taiwan. Mahasiswa mahasiswi yang magang tetap menerima honorarium hingga Rp 10 juta perbulannya,” terang Agus Suprihadi.
Mahasiswa yang ikut magang kerja, kata dia, bisa saat masih menginjak semester dua atau hingga semerter enam. Kemudian saat masuk semester tujuh, melanjutkan kuliahnya di universitasnya untuk menyelesaikan program Strata 1 (S1).
Ketika mahasiswa sudah meraih gelar sarjana, perusahaan-perusahaan di negara tersebut, juga masih menawarkan kerja. Dengan tawaran gaji hingga sebesar Rp 21 juta/bulan. Fasilitasnya, mess atau penginapan gratis. Bahkan jika ingin melanjutkan pendidikan S2 di perguruan tinggi negara itu, juga ada tawaran beasiswanya.
Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta Khafdilah MS SKom SH MH mengungkapkan, sebenarnya tawaran yang diayunkan ke universitasnya, juga ditawarkan ke empat perguruan tinggi lainnya di Jawa Barat.
Hal itu terjadi saat pihaknya menghadiri undangan ”Sosialisasi dan Penjelasan Magang Internasional ke Taiwan”, yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, pekan lalu. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki SE MM, yang hadir di acara itu mengatakan, selain Ubisa Tegal, juga ada Universitas Sukabumi, Universitas Nusa Putra, Politeknik Sukabumi dan Amik Citra Buana Indonesia.