SLAWI, smpantura – Urban legend masyarakat Tegal sangat menarik untuk diungkap. Salah satunya Bende Camuluk dari Desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa benda ini sangat keramat, karena ada kaitannya dengan Tuk Jimat.
Desa Bumijawa terletak di kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 1.176 meter di atas permukaan laut. Desa ini memiliki sejarah unik terkait sumber mata air keramat yang dikenal sebagai Mata Air Bulakan atau Tuk Jimat Kali Bulakan.
“Bende Cemuluk hanya diperlihatkan pada bulan Maulid dan disimpan di kediaman juru kunci,” kata salah satu Perangkat Desa Bumijawa, Edi saat ditemui di acara Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, Senin (24/2/2025). Desa Bumijawa salah satu desa yang mendapatkan bantuan Rp 100 juta dari Pemkab Tegal, karena terpilih menjadi pilot projek Program Desa Bangga Budaya.
Sejarah Bende Camuluk bermula ketika desa mengalami kekeringan panjang. Warga saat itu berlomba-lomba mencari mata air untuk menghidupi keluarganya. Di sudut desa, warga melihat seekor burung kuntul putih terlihat mengais tanah.
Setelah tanah tersebut digali oleh burung kuntul lalu ditemukan sebuah gong kecil. Di balik gong itu, mengeluarkan air dan menjadi sumber mata air bagi desa.
Gong kecil ini dikenal masyarakat sebagai Bende Cemuluk. Kenapa dinamakan Camuluk, konon pemiliknya bernama Mbah Camuluk yang sosok sangat dihormati karena kesalehan dan ilmunya.
Dan hingga kini, sumber mata air Bulakan sangat berjasa bagi warga Desa Bumijawa dan masyarakat Kabupaten Tegal sebagai sumber air minum melalui perusahaan air minum daerah.