Banjir bandang kedua ini adalah peringatan keras bahwa pembangunan pariwisata tanpa keseimbangan ekologi dan manajemen risiko hanya akan menunda krisis yang lebih besar.
Di balik musibah ini, tersimpan peluang besar untuk membangun Guci versi baru. Destinasi yang lebih tertata, lebih ramah lingkungan, serta lebih aman bagi wisatawan dan lebih adil bagi masyarakat lokal.
Kini saatnya Guci tidak hanya di kenal sebagai pemandian air panas, tetapi sebagai contoh transformasi destinasi wisata pegunungan yang tangguh terhadap bencana.
Guci berduka. Namun dari duka ini, arah baru harus di lahirkan. (**)


