Brebes  

Warga Bumiayu Keluhkan Bus dan Truk Masih Masuk Kota

FOTO : Bus dan truk masih masuk pusat Kota Bumiayu Kabupaten Brebes. Warga mengeluh ngabuburit jadi tak nyaman dan rawan bahaya.

BREBES, smpantura – Warga keluhkan bus dan truk masih masuk kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Kondisi tersebut menimbulkan kerawanan, apalagi sore hari banyak warga ngabuburit berburu takjil di sepanjang jalur kota Bumiayu.

Padahal, dalam rapat koordinasi (rakor) lalu lintas yang digelar pada 22 Januari 2026, telah di putuskan bahwa bus dan truk dilarang masuk pusat kota selama 24 jam. Kendaraan besar seharusnya di alihkan melalui Jalan Lingkar Bumiayu untuk mengurangi kepadatan dan menjaga keselamatan.

Supriyanto, warga setempat, mengatakan kendaraan besar masih terlihat melintas saat sore menjelang berbuka puasa. “Kemarin ngabuburit sambil mencari takjil di jalur kota Bumiayu. Tapi bus dan truk masih masuk kota. Rasanya tak nyaman dan berpotensi membahayakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jalur Sirampog–Bumijawa Longsor, Kendaraan Melintas Bergantian

Kepala Terminal Tipe C Bumiayu, Agus Salim, menjelaskan penerapan larangan masih menunggu pemasangan rambu baru dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Tengah.

Menurutnya, rambu lama sebenarnya sudah ada, namun kerap di salahartikan sehingga perlu rambu baru agar aturan berjalan jelas.

“Persoalan ini membutuhkan sinergi semua pihak agar larangan bus dan truk benar-benar di terapkan di lapangan,” kata Agus.

Warga berharap pihak terkait segera menindaklanjuti keputusan rakor, sehingga pusat kota Bumiayu tetap aman dan nyaman, terutama saat momen Ramadan. (**)