SLAWI, smpantura – Hingga Selasa (17/2/2025), ratusan rumah di wilayah Pantura Kabupaten Tegal, masih terendam banjir. Walaupun tinggal menyisakan genangan air, namun aktivitas warga belum kembali normal. Mereka tetap waspada karena hujan masih melanda wilayah tersebut.
Banjir besar yang melanda 4 kecamatan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal merendam ratusan rumah di 12 desa sejak Senin (16/2/2025). Di Kecamatan Suradadi, desa yang terendam banjir, yakni Sidaharja, Jatibogor, Jatimulya, dan Dukuh Semendot Desa Karangmulya. Lalu Di Kecamatan Warureja, desa yang terendam yakni Sigentong, Sukareja, Warureja, Kendayakan, Banjaragung, Kreman, dan Rangimulya. Dan juga Di Kecamatan Kramat, desa yang terendam yakni Plumbungan dan Maribaya. Di Kecamatan Kedungbanteng, yakni Desa Semedo.
Desa yang terendam banjir di Kecamatan Kedungbanteng, Suradadi dan Kramat dari luapan Sungai Cacaban, dan di Kecamatan Warureja berasal dari luapan Sungai Rambut.
Ketinggian air antara 30 centimeter hingga 1,5 meter. Bahkan, kondisi paling parah di Desa Jatibogor dan Sidaharja yang hampir semua rumah terendam banjir. Jalan desa Sidaharja hingga Jatibogor terendam banjir hingga 1,5 meter. Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga tidak bisa melintas.
“Hingga saat ini, wilayah yang terendam di Dukuh Bandengan Tengah dan Bandengan Kulon Desa Sidaharja,” kata Camat Suradadi, Aji Wiratno saat di hubungi Selasa (17/2/2025).
Aji mengaku saat ini kondisinya sudah berangsur normal. Warga sibuk membersihkan lumpur dan puing-puing banjir. Namun demikian, warga masih membutuhkan makanan. Sebelumnya, banyak masyarakat dan instansi yang memberikan bantuan nasi ponggol.


