SLAWI, smpantura – Di saat nelayan di Lantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, tak bisa melaut karena gelombang tinggi, datang rezeki yang tak terduga. Para nelayan mendapatkan kiriman ribuan kayu dari lereng Gunung Slamet bersamaan banjir bandang di Sungai Gung wilayah wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, pada Sabtu (24/1/2026).
Bagi warga Guci dan sekitarnya banjir bandang menjadi duka. Tapi, bagi warga Pantai Larangan menjadi berkah. Hal itu karena mereka mendapatkan kiriman kayu dengan jumlah besar. Para nelayan memanfaatkan kayu tersebut untuk kebutuhan warga dan di jual ke bahan bakar perajin batu bata di Bengle, Kecamatan Talang.
Seperti penuturan Ketua RW 2 Desa Munjungagung, Bambang Supeno yang mengetahui adanya kayu di bibit Pantai Larangan sejak Sabtu pagi, 27 Januari 2026. Kayu itu di sinyalir dari lereng Gunung Slamet yang terbawa banjir bandang pada Sabtu 27 Januari 2026. Banjir bandang di Sungai Gung aliran ke Sungai Ketiwon Kota Tegal. Namun, karena saat ini tengah terjadi angin barat, sehingga bermuara di Pantai Larangan.
“Panjang pantai yang di penuhi kayu sekitar 200 meter lebih. Sedangkan dari bibir pantai hingga daratan yang di penuhi kayu sekitar 10-20 meter,” kata Bambang Supeno yang juga ikut mengumpulkan kayu di Pantai Larangan.
Di jelaskan, kayu yang terbawa banjir dari lereng Gunung Slamet itu, di antaranya kayu sengon, pinus dan kayu-kayu lainnya. Ada beberapa kayu yang terlihat potongan gergaji dan kayu-kayu kecil. Warga Pantai Larangan memanfaatkan kayu tersebut untuk kebutuhan rumah tangga dan di jual ke tengkulak. Kayu itu di beli oleh para perajin batu bara di Desa Bengle untuk kayu bakar.


