“Jika berkendara pada pagi hingga siang hari, relatif lebih aman karena peluang hujan biasanya meningkat menjelang sore,” jelasnya.
Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata selama libur Lebaran juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam.
BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air yang hulunya berada di kawasan pegunungan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama di wisata air dan daerah aliran sungai. Selalu perbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas,” ujarnya.
BMKG juga meminta masyarakat aktif memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui berbagai platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk aktivitas maritim.
“Platform ini dapat diakses melalui website tanpa harus mengunduh aplikasi, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi cuaca secara cepat,” tandasnya. (**)


