BREBES, smpantura – Jalur Sirampog–Bumijawa, di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, longsor setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Brebes sepanjang Senin (2/2/2026).
Sepertiga badan jalan longsor, memaksa kendaraan melintas bergantian, dan mengancam jalur vital penghubung Brebes–Tegal serta distribusi hasil pertanian ke daerah sekitarnya.
Penjabat Kepala Desa Batursari, Mudhofar, mengatakan longsor kali ini bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut. “Sebelumnya, longsor terjadi pada 23 Januari 2026, namun hujan yang terus berulang memperburuk kondisi jalan hingga longsor kembali,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Jalur Sirampog–Bumijawa memiliki peran strategis sebagai penghubung Brebes–Tegal sekaligus jalur utama distribusi hasil pertanian. Kerusakan jalan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, karena mobilitas masyarakat dan transportasi barang terganggu.
Mudhofar menambahkan, kerentanan longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Dari Batursari hingga Curug Cantel, wilayah perbatasan Brebes–Tegal, terdapat empat titik longsor; tiga di antaranya berada di bahu jalan, sementara satu titik parah menggerus sepertiga badan jalan. “Kondisi aspal yang tersisa retak dan kikisan tanah di bawahnya memicu risiko longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun,” jelasnya.
Salah seorang warga, Imam Tauhid, yang sehari-hari menggunakan jalur ini untuk mengangkut hasil panen sayur mayur, berharap penanganan darurat segera dilakukan. “Jalur Sirampog–Bumijawa merupakan jalur distribusi vital. Tanpa penanganan cepat, kerusakan bisa meluas dan jalur ini berisiko putus total,” ujarnya. (**)


