TEGAL, smpantura – Distribusi air bersih di Kota Tegal, Jawa Tengah, terganggu setelah jaringan pipa utama rusak akibat bencana di kawasan lereng Gunung Slamet yang berada di wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes.
Perumda Air Minum Tirta Bahari mencatat, kerusakan terjadi di sejumlah titik jaringan yang menjadi jalur pasokan air baku menuju kota tersebut.
Kepala Sub Bagian Humas Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, Endi Widjokongko mengatakan, tujuh titik kerusakan berada di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal dan kerusakan terparah di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
“Perbaikan di Kalibakung sudah selesai, sedangkan di Dawuhan masih tahap pemasangan pipa jaringan,” kata Endi, Selasa 17 Februari 2026.
Akibat kerusakan itu, suplai air dari sistem Bregas 2 baru mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas normal.
Debit air dari batas kota yang sebelumnya 200 liter per detik juga turun menjadi sekitar 100 liter per detik.
Meski demikian, aliran air mulai masuk ke sebagian wilayah Kecamatan Tegal Selatan, Margadana, Tegal Barat, dan Tegal Timur dengan tekanan rendah.
“Air sudah mengalir, tapi belum maksimal,” ujar Endi.
Perusahaan daerah tersebut masih menyalurkan bantuan melalui truk tangki ke wilayah yang belum teraliri.
Menurut Endi, kerusakan pipa dipicu banjir bandang di Desa Dawuhan yang menyebabkan pipa utama pecah.
Perumda Tirta Bahari juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan menargetkan distribusi kembali normal setelah perbaikan selesai. (**)


