Permintaan Tinggi dan Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Setan Tembus Rp 92.000/kg

HARGA MELONJAK: Harga cabai di Pasar Batang mengalami lonjakan tajam seiring mendekatnya momentum bulan suci Ramadhan dan perayaan Imlek, Rabu (18/2).

BATANG, smpantura – Harga cabai dan kebutuhan pokok mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional. Hanya dalam kurun waktu tiga hari terakhir, harga cabai mengalami lonjakan yang signifikan seiring mendekatnya momentum bulan suci Ramadhan dan perayaan Imlek.

Kenaikan harga cabai di duga karena tingginya permintaan pasar dan cuaca ekstrem. Musim hujan yang mengguyur membuat stok cabai di tingkat petani banyak yang membusuk, sehingga pasokan ke pedagang juga ersendat. Salah satu pedagang senior Pasar Batang, Rusinah (80), mengungkapkan, hampir semua jenis cabai kini meroket harganya. Kenaikan paling tinggi terjadi pada jenis cabai rawit merah atau yang akrab di sapa cabai setan. Harganya sudah menembus antara Rp 85.000 – Rp 92.000/kg

”Harga cabai setan kian tidak terkendali. Lombok setan sekarang Rp 85.000/kg dari sebelumnya Rp 70.000 – Rp 75.000/kg,” ujarnya di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (18/2).

BACA JUGA :  Penandatanganan Kerjasama, Hotel Indonesia Group (HIG) dengan KAI Properti 

Kenaikan harga juga terjadi pada lombok merah besar. Saat ini harganya Rp 40.000/kg dari sebelumnya masih Rp 25.000 – 30.000/kg.

”Lombok rawit juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 40.000/kg dari sebelumnya Rp 25.000 – Rp 30.000/kg. Naiknya sudah tiga hari ini,” ucapnya.

Senada dengan Rusinah, Anis (31), pedagang lainnya, memprediksi tren kenaikan ini belum akan berhenti dalam waktu dekat. Ia mencatat lonjakan harga terus merangkak naik sejak dua hari lalu dan di perkirakan akan tetap tinggi hingga memasuki awal bulan suci Ramadhan.

”Cabai merah besar sekarang Rp 40.000/kg, dua hari lalu masih Rp 32.000 atau naik Rp 8.000. Lalu Cabai setan sekarang menjadi Rp 92.000/kg dari sebelumnya Rp 80.000/kg.  Dan Cabai rawit juga naik dari Rp 32.000 menjadi Rp 40.000/kg,” ucapnya.