Slawi  

Antisipasi Panic Buying Jelang Lebaran, Warga Diminta Belanja Bijak

SLAWI, smpantura – Pemerintah Kabupaten Tegal mengantisipasi potensi perilaku belanja berlebihan atau panic buying di kalangan masyarakat menjelang hari raya Idulfitri. Hal ini menjadi salah satu poin krusial dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melalui Sekda Amir memberikan instruksi khusus kepada para camat untuk aktif terjun ke masyarakat. Tujuannya adalah mengedukasi warga agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong bahan pangan secara berlebihan.

“Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari perilaku panic buying. Komunikasi yang efektif sangat penting agar warga mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan pangan,” tegas Amir Makhmud di Ruang Rapat Bupati.

BACA JUGA :  Pugar Trasa, Rekanan Diminta Menomorsatukan Kualitas dan Tepat Waktu

Guna memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang, Pemkab Tegal memperkuat strategi 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Sekda Amir menekankan bahwa strategi ini bukan sekadar administratif, melainkan langkah nyata di lapangan. Para camat diminta melaporkan setiap lonjakan harga tidak wajar di wilayahnya agar pemerintah dapat segera melakukan intervensi, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi stok pangan. Menurutnya, kepastian ketersediaan barang adalah kunci agar masyarakat tidak merasa perlu menimbun stok di rumah.