Batang  

Tidak Hanya Menulis, Santri Didorong Buat Konten Positif di Medsos

SANTRI MENULIS: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Wakil Bupati Suyono, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko, Kepala Dinas Komdigi Jateng Agung Hariyadi, Kasie PD Pontren Kemenag Batang Ahmad Munir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Inaaroh KH M Luthfi berfoto dengan santri Pondok Pesantren Al-Inaaroh, Batang, dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis, Selasa (10/3).

BATANG, smpantura – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Santri Menulis (GSM) yang sudah 32 tahun dilaksanakan oleh Suara Merdeka di berbagai pondok pesantren. Di tengah era digital seperti saat ini, GSM diharapkan bisa mendorong santri memiliki keterampilan menulis serta membuat konten-konten positif di media sosial.

Hal tersebut dikatakan Taj Yasin saat penutupan rangkaian kegiatan Gerakan Santri Menulis di Pondok Pesantren Al-Inaaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (10/3).

”Apresiasi dan terima kasih pada Suara Merdeka yang terus konsisten menggelar GSM selama 32 tahun. Melalui GSM, santri dibekali keterampilan menulis yang baik. Ini karena memiliki kemampuan menulis itu penting sekali bagi santri,” ujarnya.

Taj Yasin menambahkan, melalui GSM, santri bisa mendapatkan berbagai materi tentang kepenulisan dari wartawan Suara Merdeka yang sudah memiliki banyak pengalaman. Termasuk mengetahui rambu-rambu apa saja ketika mereka menulis dan membuat berita. Pelatihan seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi santri untuk belajar kepenulisan.

BACA JUGA :  Tim Pengabdian UMUS Brebes Latih Guru SDN

Namun, lanjut Taj Yasin, ditengah derasnya arus informasi dimana media sosial juga semakin menguat, dirinya juga berharap agar GSM bisa mendorong santri membikin konten-konten yang mengajak pada kebaikan.

”Kedepan, Gen Z itu tidak hanya butuh kemampuan menulis, tapi juga bikin konten di media sosial. Saya berharap, GSM juga bisa menjadikan santri bisa bikin konten viral dan masuk kategori For You Page (FYP), tapi isinya sesuatu yang positif,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono berharap, GSM abisa menjadikan santri memiliki karya kepenulisan yang memberikan manfaat bagi pembaca dan masyarakat. Pasalnya, santri selalu bersentuhan dengan ilmu dan ilmu cakupannya sangat luas.