Batang  

Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Realisasi Pengumpulan Baru Rp 50 Triliun

BERI SAMBUTAN: Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad MA saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) di Pondok Pesantren Al-Inaaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (10/3).

BATANG, smpantura – Sebagai salah satu negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia, Indonesia mempunyai potensi dana sosial keumatan yang besar. Salah satunya melalui dana zakat. Sayangnya realisasi pengumpulan zakat saat ini masih belum maksimal.

Hal tersebut dikatakan Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad MA saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) di Pondok Pesantren Al-Inaaroh, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (10/3).

”Di Indonesia, potensi zakat itu mencapai Rp 327 triliun, tapi yang Baznas berhasil kumpulkan saat ini masih Rp 50 triliun. Jadi masih kecil sekali dibanding potensi yang ada,” ujarnya.

Dia menjelaskan, masih kecilnya realisasi pengumpulan zakat menjadi keprihatinan karena besarnya potensi yang ada. Baznas sendiri sudah terus berusaha agar pengumpulan zakat bisa lebih besar lagi.

”Kita terus melakukan literasi agar masyarakat mau berzakat sehingga pengumpulan zakat bisa lebih maksimal,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pj Bupati Batang Lantik 394 Pejabat Fungsional

Noor Achmad menambahkan, zakat memiliki peran sangat strategis karena dapat menjadi instrumen untuk penanganan berbagai masalah sosial di Indonesia. Seperti penanggulangan kemiskinan dan masalah kesehatan, peningkatan kesejahteraan umat serta membantu proses peningkatan pendidikan umat. Sayangnya, realisasi zakat saat ini masih tertinggal jauh dari potensi yang ada.

”Kami di Baznas juga terus melakukan upaya-upaya agar zakat bisa dikelola guna menyelesaikan persoalan-persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dirinya mencontohan, Baznas saat ini berusaha menyalurkan zakat dengan memberikan beasiswa kepada mereka yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, beasiswa ini diberikan pada mereka yang sedang menempuh pendidikan di 200 kampus, baik dalam maupun luar negeri.