SLAWI, smpantura – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa inovasi telah menjadi instrumen wajib bagi birokrasi dalam menjawab tantangan zaman yang kian pelik.
Hal ini di sampaikannya saat membuka ajang “Tegal Luwih Apik” Innovation Award 2025 di Gedung Dadali, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Ischak menekankan bahwa di tengah tuntutan pembangunan yang kompleks, aparatur pemerintah tidak boleh lagi bekerja secara konvensional.
“Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, birokrasi di tuntut lebih kreatif, adaptif, dan responsif. Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” tegas Ischak di hadapan para kepala perangkat daerah dan camat.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti kebijakan efisiensi transfer keuangan daerah yang tengah berjalan. Menurutnya, inovasi menjadi “jalan pintas” strategis agar program pemerintah tetap memberikan dampak nyata meski dengan anggaran terbatas.
“Inovasi tidak harus membutuhkan anggaran besar, tetapi dampak dan manfaatnya bagi masyarakat harus benar-benar terasa,” ujarnya.
Guna memperkuat ekosistem inovasi, Ischak berkomitmen meningkatkan bentuk apresiasi bagi para inovator daerah. Ia tidak ingin penghargaan hanya berakhir sebagai seremoni formal.
Melengkapi program Sadesa (Satu Desa, Satu Sarjana) yang telah meluncurkan 387 beasiswa di tahun 2025, Ischak berencana membuka peluang beasiswa lanjutan bagi para pemenang inovasi.
“Saya ingin penghargaan tidak hanya berupa selembar kertas. Ke depan, kita kaji kemungkinan pemberian beasiswa S2 bagi inovator terbaik agar semangat berinovasi semakin tinggi,” ungkapnya.
Bupati mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan inovasi sebagai gerakan bersama. Hal tersebut bertujuan untuk mendongkrak peringkat Kabupaten Tegal yang saat ini berada di posisi 33 nasional.


