Tegal  

Stok Minyakita di eks-Karesidenan Pekalongan Aman Sampai Dua Bulan

TEGAL, smpantura – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, dipastikan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Perum Bulog Tegal, Agung Rohman, menyusul munculnya isu kelangkaan Minyakita di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Menurut Agung, stok Minyakita yang tersimpan di gudang Bulog Tegal saat ini masih berada di kisaran 856.000 liter dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan.

“Untuk Minyakita droping dari Bulog, Alhamdulillah pasokan masih lancar dan kami akan terus memasok,” kata Agung di Kompleks Balai Kota Tegal, Kamis 12 Maret 2026.

Agung menjelaskan, penyaluran Minyakita difokuskan kepada pedagang di pasar tradisional serta jaringan mitra Bulog seperti Rumah Pangan Kita atau RPK.

BACA JUGA :  APBD 2026 Kota Tegal Disahkan, Disiplin Fiskal dan Optimasi PAD Jadi Catatan Fraksi PKS

Skema tersebut dilakukan agar minyak goreng bersubsidi bisa langsung dijangkau masyarakat.

Selain itu, distribusi Minyakita juga tidak dilakukan melalui pasar modern, melainkan melalui pedagang pasar tradisional serta jaringan distribusi resmi Bulog.

“Harga eceran tertinggi Minyakita tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter,” jelas Agung.

Agung juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan Minyakita.

Bulog memastikan pasokan tetap dijaga sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.

“Stok masih aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan,” ucap Agung. (**)