SLAWI, smpantura – Jembatan gantung di Desa Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, nyaris ambruk usai diterjang banjir Sungai Gung pada Rabu malam, (25/3/2026). Pondasi jembatan ambrol dan lantai jembatan bolong.
Informasi di lapangan, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Balapulang sejak pukul 19.30 WIB. Hujan deras tersebut mengakibatkan Sungai Gung yang melintasi jembatan gantung Sangkanjaya meluap. Luapan sungai yang disertai derasnya air membuat pondasi jembatan ambrol. Kondisi itu menyebabkan lantai jembatan juga ambrol.
Akibat kejadian itu, warga menutup jembatan dengan bambu agar tidak ada masyarakat yang melintas. Selain merusak jembatan gantung, banjir juga mengakibatkan dinding tebing di sekitar lokasi tergerus arus deras. Kondisi ini memperparah kerusakan infrastruktur, termasuk jalan aspal di sekitar jembatan yang terlihat retak dan berlubang.
Akibat kejadian ini, akses menuju Desa Sangkanjaya untuk sementara lumpuh total. Warga tidak dapat melintasi jalur tersebut baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.
Hingga saat ini, informasi yang dihimpun masih bersifat sementara. Belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun langkah penanganan dari pihak berwenang.
Kades Sangkanjaya, Jaenal menuturkan, jembatan ambrol sejak Rabu malam, 25 Maret 2026 pukul 23.00 WIB. Awalnya, Bronjong jembatan di sebelah timur terbawa banjir akibat hantaman air Sungai Gung. Derasnya Sungai Gung juga menghantam pondasi jembatan yang mengakibatkan atas jembatan bolong.
“Saat ini, kondisi jembatan gantung hanya mengandalkan tiang pancang. Pondasi sudah tidak menopang jembatan,” katanya.


