BATANG, smpantura – Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah di daerah. Lokasi pembangunan yang semula di rencanakan di Kecamatan Bandar kini di pindahkan ke Desa Clapar, Kecamatan Subah.
Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, lokasi di Desa Clapar di pilih karena di nilai lebih siap dari sisi tata ruang maupun dukungan infrastruktur dasar.
”Insya Allah 90 persen pasti di Clapar. Karena kalau di Bandar masih masuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kalau Clapar memang kawasan permukiman perkotaan, jaringan listrik dan PDAM juga sudah mendukung,” ujarnya saat sosialisasi dan rakor pelayanan dukungan pembangunan Sekolah Rakyat di Kantor Dinsos Batang, Jum’at (8/5).
Antusiasme
Wilopo menjelaskan, antusiasme masyarakat Desa Clapar terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga sangat tinggi. Masyarakat dan kepala desanya juga mendukung pembangunan ini.
”Keberadaan Sekolah Rakyat sangat di butuhkan mengingat jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Batang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dapodik per 27 April 2026, tercatat sebanyak 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK di Kabupaten Batang mengalami putus sekolah,” ucapnya.
Di tambahkan, dari data yang ada, total terdapat lebih dari 2.000 anak yang harus kembali melanjutkan pendidikan. Rencananya, Sekolah Rakyat akan di bangun di atas lahan seluas sekitar 8,3 hektare dengan fasilitas pendidikan yang lengkap mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
”Selain ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga akan di lengkapi lapangan sepak bola berstandar nasional. SD nanti ada 18 ruang kelas, SMP sembilan ruang kelas, dan SMA sembilan ruang kelas. Ada juga asrama dan fasilitas pendukung lainnya,” tuturnya.
Akses Pendidikan
Ia berharap, pembangunan dapat segera di realisasikan sehingga pada tahun ajaran baru mendatang sekolah sudah mulai beroperasi. Willopo juga menyebutkan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya membantu akses pendidikan masyarakat kurang mampu, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan melalui kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga pendukung lainnya.


