Batang  

Balita Alami Gizi Buruk dan Stunting Dirawat Intensif di RSUD Batang

BATANG, smpantura – Seorang balita bernama Zafran Defani Alfarizi warga Dukuh Rejosari, RT 01/RW 01, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang akibat di duga mengalami gizi buruk dan stunting yang ekstrem.

Kondisi fisiknya kini sangat memprihatinkan, berbanding terbalik dengan riwayat kelahirannya yang sehat. Dokter Spesialis Anak RSUD Kalisari Batang, dr Tan Evi Susanti, mengungkapkan, Zafran yang kini berusia 2 tahun 5 bulan tersebut masuk ke rumah sakit pada Jumat (8/5), dalam kondisi sangat lemah dan pucat.

”Kulit perutnya keriput kayak jeruk alum (layu). kulitnya juga bersisik khas gizi buruk,” ujar dr. Tan Evi menggambarkan kondisi fisik sang anak saat di periksa, Sabtu (9/5).

Di jelaskan, Zafran Lahir dengan bobot yang tergolong besar, yakni 4,2 kg. Pertumbuhan balita ini mulai merosot tajam sejak usia satu tahun. Kini, di usianya yang sudah melewati dua tahun, berat badannya hanya menyentuh angka 6,2 kg. Akibat kekurangan asupan nutrisi kronis ini, kemampuan motoriknya juga mengalami kemunduran.

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Apresiasi Kampung Wisata Jawa-Mandarin di Besani

”Tadinya bisa rambatan, sekarang hanya bisa miring-miring saja. Anaknya juga sangat cengeng dan pucat karena kadar HB-nya hanya 4,” jelas dr Tan Evi.

Pengaruh

Dari informasi yang di dapatkan, kondisi Zahran ini di pengaruhi faktor ekonomi dan keretakan keluarga orang tuanya. Pasien merupakan korban dari perceraian orang tua. Saat ini, ia di asuh oleh nenek dari pihak ayah setelah sang ibu bekerja di Semarang dan hampir tidak pernah menjumpainya lagi. Kondisi ekonomi semakin sulit lantaran sang ayah hanya bekerja serabutan. Dan sementara kakeknya bekerja di luar kota. Akibatnya, pola asuh dan pemenuhan nutrisi menjadi tidak terkontrol