Tegal  

Kompensasi Molor, Warga Panggung Tegal Terlanjur Bongkar Rumah

Rumah-rumah warga RT 17/ RW 07 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, sebagian sudah dibongkar secara mandiri untuk pengembangan Depo Tegal.

TEGAL, smpantura – Harapan warga RT 17 dan sebagian RT 18 Kelurahan Panggung, Kota Tegal, untuk segera menerima kompensasi dari PT KAI Daop 4 Semarang, hingga kini belum terwujud.

Padahal, belasan rumah sudah lebih dulu dibongkar sejak sebelum Lebaran. Kondisi tersebut membuat warga kian terdesak.

Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga harus merogoh kocek sendiri untuk biaya pindahan hingga sewa kontrakan.

Ketua RT 17 Herlina, mengungkapkan, warganya membongkar rumah secara mandiri setelah mendapat sosialisasi.

Mereka berharap kompensasi segera cair, sekaligus masih bisa menyelamatkan material bangunan.

Namun kenyataannya, hingga Senin 30 Maret 2026, dana yang dijanjikan belum juga turun.

“Info terakhir, berkas sudah masuk ke bagian keuangan. Tapi kapan cairnya belum jelas,” kata Herlina.

Herlina meminta agar pembayaran bisa diprioritaskan bagi warga yang sudah lebih dulu membongkar rumah.

BACA JUGA :  Pak Ogah di Perlintasan KA Tirus Meresahkan

“Kalau belum bisa semuanya, setidaknya yang sudah terlanjur bongkar didahulukan,” kata Herlina.

Tercatat sekitar 18 rumah telah dibongkar, dengan rincian 15 unit di RT 17 dan tiga unit di RT 18.

Mayoritas penghuninya merupakan pedagang kecil yang sudah menempati lokasi tersebut selama bertahun-tahun.

Kini, mereka harus bertahan di tempat tinggal sementara dengan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Untuk sekadar memindahkan barang, warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp 4 juta.

Di sisi lain, kondisi lingkungan bekas pembongkaran juga dinilai rawan.

Kabel listrik yang belum tertata masih terlihat menggantung dan berpotensi membahayakan.

Meski demikian, warga memilih tetap menahan diri. Pihak RT berupaya menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu kejelasan dari PT KAI.