Batang  

Pertumbuhan Ekonomi Batang Tertinggi Kedua di Jateng, IPM Terus Naik

SERAHKAN DOKUMEN: Bupati Batang M Faiz Kurniawan (kedua dari kiri) menyerahkan dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2025 pada Ketua DPRD Suudi dalam rapat paripurna yang digelar Selasa, (31/3).

BATANG, smpantura – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang yang digelar pada Selasa, (31/3). Dalam paparannya, bupati menyampaikan berbagai capaian indikator makro pembangunan yang menunjukkan tren positif bagi kesejahteraan masyarakat Batang.

Dua pencapaian yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batang terus mengalami kenaikan.

”Capaian kinerja pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tahun 2025 mencapai 7,79%. Angka ini menempatkan Batang di peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah, melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi (5,37%) dan nasional (5,11%),” ujarnya.

Faiz menjelaskan, lapangan usaha yang menopang struktur perekonomian Kabupaten Batang tahun 2025 adalah sektor konstruksi (17,10%), pengadaan listrik dan gas (12.93%), serta penyediaan akomodasi dan makan minum (12,73%).

BACA JUGA :  Kelebihan Bayar PJU, PLN Kembalikan Rp 7,3 Miliar ke Pemkab Batang 

”Sektor tersebut sangat didukung dengan adanya aktivitas di Kawasan Industri Kabupaten Batang maupun Batang Industrial Park. Adanya aktivitas konstruksi serta bertambahnya kapasitas produksi industri di kawasan industri juga sangat mendukung nilai tambah pada perekonomian daerah,” ucapnya.

Di sisi pembangunan manusia, jelas Faiz, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang terus mengalami tren kenaikan, dari 68,65 pada tahun 2020 menjadi 71,70 di tahun 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. Capaian IPM Batang pada 2025 berdasarkan empat komponen yaitu angka harapan hidup (tahun) 75,35. Rata-rata lama sekolah (tahun) 7,35. Harapan lama sekolah (tahun) 12,18 dan pengeluaran per kapita disesuaikan (juta rupiah/tahun) 11,424.