Slawi  

Bupati Tegal Instruksikan Sekolah Masifkan Sosialisasi Bahaya Tramadol Ilegal Kepada Siswa

MENJELASKA N: Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menjelaskan upaya yang dilakukan Pemkab Tegal mencegah penyalahgunaan Tramadol di hadapan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal, Rabu (1/4/2026).

SLAWI, smpantura – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kepala SD dan SMP di Kabupaten Tegal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat keras ilegal di lingkungan sekolah.

Sebagai langkah konkret, para kepala sekolah di harapkan meningkatkan komunikasi kepada siswanya sekaligus mensosialisasikan bahaya pemakaian obat keras seperti Tramadol secara ilegal.

Bupati mengungkapkan, ia juga tengah menyiapkan gerakan nonton bareng film sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Tramadol. Film pendek ini nantinya akan di putar di sekolah-sekolah.

“Kami sedang memproses video tersebut. Kami akan minta video dokumentasi dari Badan Narkotika Nasional Kota Tegal, yang menampilkan kondisi asli korban penyalahgunaan Tramadol ,” terangnya kepada pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Kabupaten Tegal di RM Joglo Selayu Slawi, Rabu (1/4).

Pemutaran video sosialisasi tersebut di sekolah bertujuan menggugah kesadaran dan ketakutan pada siswa untuk tidak mencoba hal yang sama.

BACA JUGA :  Jalan Gajah Mada Slawi Akan Dilengkapi Kursi Taman dan Bunga Tabebuya

“Dari informasi yang saya terima, BNN Kota Tegal menerima laporan warga setiap hari terkait anak-anak yang kondisinya sudah seperti gangguan jiwa akibat obat ini,” ujar Ischak.

Bupati juga meminta para wali kelas untuk lebih aktif memanggil orang tua siswa guna melakukan edukasi parenting. Menurutnya, faktor utama anak lari ke obat-obatan terlarang seringkali dipicu oleh suasana rumah yang tidak nyaman.

“Mungkin orang tuanya galak atau jarang mengajak ngobrol, sehingga anak mencari kebahagiaan di luar bersama teman yang salah. Orang tua tidak boleh hanya menyalahkan pemerintah. Jangan manjakan anak, tapi juga jangan menghakimi mereka. Ciptakan suasana keluarga yang nyaman,” tambahnya. (**)