BATANG, smpantura – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro 01 Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang menggelar pertemuan dengan perwakilan sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kader B3 (Bumil, Busui, Balita) di Rumah Makan Aloha Pantai Sigandu, Jumat (17/4). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal di lingkungan sekolah.
Mitra SPPG Ujungnegoro 01 Nur Cahyaningsih mengatakan, pihaknya telah secara rutin menggelar pertemuan dengan perwakilan-perwakilan atau penanggung jawab (PIC) penerima MBG di sekolah dan juga kader B3.
”Jadi setiap bulan sekali, kami kumpulkan para PIC sekolah maupun kader B3. Tujuannya untuk melakukan evaluasi, dalam waktu satu bulan ini apakah menu yang kami sajikan anak-anak menerimanya dengan baik. Baik itu maksudnya, apakah menu yang kami kami sajikan, anak-anak suka dan dimakan dengan senang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, para PIC di sekolah dan kader B3 sengaja diundang karena mereka yang melakukan droping ke anak-anak setelah makanan MBG dikirim ke sekolah. Dengan demikian, mereka yang paling tahu sejauhmana respons penerima manfaat, seperti apakah menu yang disajikan itu habis atau tidak, dan mana saja yang disukai dan tidak disukai oleh anak-anak.
”Mereka yang paling mengerti di lapangan. Untuk itulah kami undang setiap sebulan sekali pertemuan semacam ini. Dari hasil pertemuan, akan ada masukan dan kami jadikan evaluasi sehingga menu-menu yang kami sajikan kedepannya semakin baik, tidak membuat bosan dan disenangi oleh anak-anak,” tuturnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, 17 orang PIC sekolah dan kader B3. SPPG Ujungnegoro sendiri saat ini melayani 2.236 anak-anak penerima manfaat. Terdiri dari 2.076 siswa di enam sekolah dan 160 3B. Dalam pertemuan, para peserta membahas berbagai hal terkait teknis pelaksanaan program, mulai dari distribusi makanan, standar gizi yang harus dipenuhi, hingga mekanisme pengawasan agar program dapat tepat sasaran. Perwakilan sekolah dan kader B3 juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program berlangsung.


