”SPPG Ujungnegoro 01 berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan gizi peserta didik melalui program MBG. Dengan adanya koordinasi yang baik antara SPPG dan pihak sekolah dan kader 3B, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi siswa serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” tegasnya.
Nur Cahyaningsing menambahkan, masukan dan evaluasi ke pihaknya menjadi sangat penting agar tujuan dari program MBG berhasil. Ini agar menu yang disajikan benar-benar dilahap habis oleh anak-anak dengan nilai gizi yang tetap terjaga. Ini juga untuk menghindari agar jangan sampai SPPG justru membuat menu-menu yang tidak disukai oleh anak-anak sehingga membuat makanan terbuang percuma. Dirinya mencontohkan, dari masukan PIC sekolah dan kader 3B, ternyata ada fenomena anak-anak kurang suka dengan menu ikan. Mereka ternyata lebih suka dengan menu daging dan ayam.
”Ikan, bandeng presto, atau lele, itu kurang disukai. Itu yang terjadi di lapangan. Faktornya apa kami juga kurang tahu. Jadi mereka itu senengnya menu seperti daging dan ayam. Ayam baik digoreng, dibikin katsu, dimasak dengan kecap, itu pada senang. Untuk telur kalau yang direbus saja kurang suka. Untuk itu kita memvariasi menu. Untuk telur ada yang digoreng, atau dimasak agar anak-anak suka,” ucapnya.
Nur Cahyaningsih mengungkapkan, fenomena anak yang tidak suka makan ikan adalah fakta dan menjadi pekerjaan rumah bersama. Padahal, ikan sangat bagus kandungan gizinya untuk perkembangan anak. Untuk itu, dirinya meminta Pemkab Batang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengintensifkan program Gemar Makan Ikan (Gemari) agar anak-anak semakin senang dengan ikan. Dirinya juga berharap, pertemuan rutin yang digelar oleh SPPG 01 Ujungnegoro dengan PIC sekolah dan kader 3B bisa diikuti oleh SPPG lainnya.


