Batang  

Terkena Efisiensi, Anggaran Pembangunan TPST Sentul Dipangkas 

BATANG, smpantura – Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing harus menyesuaikan diri dengan kondisi anggaran pusat. Proyek strategis yang di harapkan menjadi solusi darurat sampah di wilayah timur Kabupaten Batang ini mengalami efisiensi anggaran yang cukup signifikan dari Kementerian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, perubahan anggaran ini berdampak langsung pada kapasitas mesin pengolah sampah yang akan di bangun. Awalnya, TPST Sentul di proyeksikan mampu mengolah 100 ton sampah per hari, namun kini angka tersebut harus di kurangi menjadi 50 ton per hari.

”Untuk anggarannya nanti ada efisiensi. Jadi dengan adanya efisiensi itu, nanti ada penurunan untuk kapasitas pengolahannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian terkait, anggaran semula di rencanakan mencapai Rp120 miliar. Mini mengalami rasionalisasi menjadi sekitar Rp 59 miliar,” ujarnya, Rabu (6/5).

BACA JUGA :  BMKG Temukan Patahan Weleri Sepanjang 19 Kilometer di Batang

Meski secara angka menurun drastis, Rusmanto memastikan proses lelang tetap berjalan sesuai jadwal. Progresnya ini sudah masuk di pelelangan di kementerian. Di bulan Mei ini rencananya sudah di tenderkan. Persiapannya di sana sekarang sudah pengujian kekuatan tanah.

”Pemangkasan kapasitas ini tentu mengubah peta cakupan layanan. Jika awalnya TPST Sentul di rencanakan mampu melayani sampah dari delapan kecamatan di wilayah timur termasuk Gringsing, Banyuputih, hingga Limpung kini cakupannya di prediksi hanya mampu melayani separuhnya,” ucapnya.

Rusmanto menyebutkan, kalau 50 ton per hari mungkin ya bisa tiga sampai empat kecamatan yang di wilayah timur. Kendati demikian, DLH Batang tidak tinggal diam. Bahwa terbatasnya kapasitas pengolahan di TPST nanti bisa di siasati dengan memperkuat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.