PEMALANG, smpantura – Pimpian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, Aris Ismail menyoroti terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa ratusan anak sekolah di daerah itu. Masyarakat di himbau untuk lebih bijak menggunakan media sosial, sebab apabila penggunaannya salah bisa bermasalah dan menimbulkan masalah bagi dirinya
“Saya prihatin dengan adanya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Pemalang melalui media sosial. Hal ini bisa kita jadikan pembelajaran bersama agar bijaksana menggunakan media sosial. Dan bagi siappun itu, baik anak sekolah, maupun para orang tua,” ujar Wakil Ketua DPRD Pemalang, Aris Ismail, Jumat (8/5).
Ia mengatakan, kasus pelecehan seksual melalui editing foto terhadap anak menjadi persoalan serius. Dan membutuhkan perhatian keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua, hingga aparat penegak hukum.
DPRD Pemalang mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperkuat pengawasan di lingkungan pendidikan. Serta dapat meningkatkan edukasi mengenai perlindungan anak dan pencegahan pelecehan seksual. Pihak sekolah agar lebih aktif membangun sistem pengawasan dan membuka ruang pengaduan bagi siswa yang menjadi korban maupun saksi tindakan kekerasan seksual.
“Saya mengimbau pada masyarakat ataupun para murid agar tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap anak. Dengan keberanian melapor pada pihak berwenang menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kasus serupa terulang kembali pada masa mendatang,” tandasnya.
Dalam kabar yang beredar di media sosial dan masyarakat di ketahui siswa terduga pelaku pelecehan seksual di salah satu SMK berinisial DRA. Pelaku di ketahui sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang selama ini di kenal santun. Perbuatan DRA yang mengedit foto siswi-siswi sekolah setempat menjadi telanjang menggunakan aplikasi Artificial Intelligence atau AI. Dengan tindakannya tersebut para korban merasa keberatan dan malu, sebab foto tersebut sangat tidak pantas. (**)


