Batang  

Masih Ada Gizi Buruk, Program MBG Diminta Tepat Sasaran

BATANG, smpantura – Masih adanya kasus balita yang menderita gizi buruk di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, mendapat perhatian serius DPRD Batang. Ketua Komisi IV DPRD Batang Tofani Dwi Arianto meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak di jalankan secara asal-asalan dan hanya berorientasi pada keuntungan semata.

Hal itu di sampaikan Tofani saat mengunjungi Zafran Defano Alfarizki (2,5). Balita penderita gizi buruk tersebut menjalani perawatan di RSUD Kalisari Batang. Tofani Bersama anggota Komisi IV DPRD Batang Muhammad Hanif Afdlolurrohman melihat langsung keadaan Zafran.

Menurut Tofani, program MBG pada dasarnya merupakan program yang baik karena memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting serta memperbaiki kualitas gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus di lakukan secara profesional dan tepat sasaran.

BACA JUGA :  SMP 7 Proklamirkan Sebagai Sekolah Budaya

”Program makan bergizi gratis itu sangat bagus. Tetapi melihat kasus stunting di Gringsing ini sangat memprihatinkan. saya berharap program tersebut benar-benar di jalankan dengan baik,” ujar Tofani, Kamis (14/5).

Ia menilai, salah satu kunci keberhasilan program MBG adalah penentuan sasaran penerima manfaat yang tepat. Terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak stunting, hingga remaja putri. Menurut politisi PDIP ini, kelompok remaja putri dapat di jangkau melalui sekolah, sedangkan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita stunting bisa di data serta di pantau melalui posyandu di tingkat desa maupun kelurahan.

”Kalau remaja putri bisa di targetkan di sekolah. Sedangkan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting bisa melalui kerja sama dengan posyandu,” katanya.