Batang  

Ketua DPRD Batang Soroti Kasus Gizi Buruk Balita

Foto Suudi

BATANG, smpantura – Masih terjadinya kasus gizi buruk dan stunting ekstrem yang menimpa balita bernama Zafran Defani Alfarizi (2,5), warga Desa Lebo, Kecamatan Gringsing menuai sorotan DPRD Batang. Ketua DPRD Batang Suudi menilai kasus tersebut menjadi tamparan serius bagi seluruh pihak karena lemahnya pengawasan dan pendampingan terhadap keluarga rentan masih terjadi.

Menurut Suudi, kasus yang dialami Zafran tidak boleh di anggap sebagai persoalan keluarga semata. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan hingga lingkungan sekitar.

”Ini menjadi alarm sekaligus evaluasi serius bagi kita semua. Di tengah berbagai program penanganan stunting yang terus di gencarkan, ternyata masih ada anak yang luput dari pengawasan hingga mengalami kondisi gizi buruk yang sangat memprihatinkan,” ujarnya, Jum’at (15/5).

BACA JUGA :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Ajukan Raperda Kemudahan Investasi

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Zafran yang kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang. Balita tersebut di duga mengalami gizi buruk dan stunting ekstrem. Politisi PKB itu juga menyoroti fakta bahwa Zafran terakhir tercatat datang ke Posyandu saat berusia lima bulan. Setelah itu, Zafran tidak lagi mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

”Posyandu seharusnya menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak. Kalau ada balita yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak hadir, mestinya ada langkah jemput bola dari petugas maupun kader kesehatan,” tegasnya.