SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan percepatan nyata dalam upaya mengatasi backlog perumahan. Hingga triwulan I 2026, tercatat sebanyak 281.312 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah telah berhasil di bangun, sebagai hasil sinergi berbagai pihak dalam mempercepat penyediaan hunian layak.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi pembangunan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Sepanjang tahun 2025, realisasi pembangunan mencapai 274.514 unit yang berasal dari beragam sumber pendanaan.
Adapun rinciannya meliputi 14.454 unit dari APBN, 17.510 unit dari APBD Provinsi Jawa Tengah, 12.830 unit dari APBD kabupaten/kota, 4.012 unit dari CSR dan Baznas, serta 219.524 unit dari sumber lainnya. Selain itu, terdapat pembaruan data sebanyak 6.184 unit.
Pada triwulan I 2026, pembangunan kembali bertambah sebanyak 6.798 unit, sehingga total keseluruhan mencapai 281.312 unit.
Kepala Disperakim Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut capaian ini menjadi langkah penting dalam menekan angka backlog perumahan di wilayah Jawa Tengah.
“Pada akhir 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 1,33 juta unit. Berkat upaya kolaboratif, sepanjang 2025 berhasil di tekan sekitar 274 ribu unit, sehingga awal 2026 turun menjadi sekitar 1,05 juta unit,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan penurunan backlog tersebut dapat di tuntaskan dalam empat tahun ke depan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan pemangku kepentingan seperti CSR, Baznas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Penanganan backlog sendiri mencakup dua aspek, yakni kepemilikan rumah bagi masyarakat yang belum memiliki hunian serta peningkatan kelayakan rumah melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).


