Ahmad Luthfi Gandeng Aktivis Lingkungan Prancis Perangi Sampah Sungai di Jateng

Aksi tersebut tidak sekadar lari jarak jauh, tetapi juga bertujuan memetakan kondisi sungai di sepanjang rute perjalanan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah bagi ekosistem.

Luthfi menilai misi Sungai Watch sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan volume sampah dan memperkuat program penghijauan, termasuk penanaman mangrove di wilayah pesisir.

“Ini selaras dengan kebijakan zero sampah dan program penghijauan kita, termasuk penanaman satu juta mangrove di Pantura,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, timbunan sampah di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ton per hari dengan tren peningkatan 8-11 persen. Untuk itu, Pemprov Jateng telah mengembangkan berbagai strategi, mulai dari edukasi pemilahan sampah dari rumah hingga penguatan infrastruktur pengolahan.

Beberapa di antaranya meliputi konsep aglomerasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Selain itu, penerapan teknologi refuse-derived fuel (RDF) seperti di Banyumas kini telah direplikasi di 13 daerah, serta pengembangan pengolahan sampah regional di Soloraya dan Magelang Raya.

BACA JUGA :  Gubernur Ahmad Luthfi Sidak Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Karangayu Jelang Nataru

“Semua konsep sudah ada, tinggal pelaksanaan yang harus kita percepat,” tegasnya.

Gary, Sam, dan Kelly, menyambut positif dukungan tersebut. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah strategis untuk pengembangan gerakan mereka ke depan. Terlebih ketiganya mendengar kalau Gubernur Ahmad Luthfi mempunyai program Mageri Segoro.

“Belum ada operasi di Jawa Tengah. Kalau bisa berkolaborasi, ini akan luar biasa. Kami juga mengundang Pak Gubernur untuk ikut berlari bersama,” ujarnya.