”Kalau truk masih bisa lewat, tapi harus gantian karena sempit. Lebarnya sekitar empat meter dengan panjang sembilan sampai sepuluh meter,” tuturnya.
Realisasi
Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera di realisasikan karena keberadaannya sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan wisata di wilayah tersebut.
”Harapannya bisa segera terealisasi karena itu akses warga dan akses wisata,” tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang, Bagus Pambudi, mengatakan, usulan pembangunan jembatan menuju Pantai Jodo memang telah masuk dalam daftar pembangunan daerah. Namun, menurutnya, pemerintah daerah saat ini harus memprioritaskan infrastruktur yang di anggap lebih mendesak, terutama yang mengalami kerusakan berat.
”Usulan jalan dan jembatan itu banyak sekali. Kami memprioritaskan yang paling mendesak terlebih dahulu, terutama yang rusak berat,” terangnya.
Ia mencontohkan, pembangunan Jembatan Kali Belo yang mengalami kerusakan parah menjadi prioritas utama pada tahun ini. Bagus juga memastikan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pembangunan jembatan akses Pantai Jodo belum dapat di realisasikan tahun ini.
”Kalau yang ke Pantai Jodo itu prioritas ada, tapi untuk kategori sangat mendesak tahun ini belum bisa di realisasikan pembangunannya,” tuturnya. (**)


