BATANG, smpantura – Kondisi jembatan akses menuju Pantai Jodo di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, menjadi sorotan. Infrastruktur yang menjadi jalur utama menuju kawasan wisata tersebut dinilai sudah mendesak untuk diperbaiki, namun hingga kini belum juga terealisasi meski telah lama diusulkan warga melalui Musrenbang.
Ketua Komisi III DPRD Batang, Nur Cahyaningsih, mengatakan, kondisi jembatan saat ini tidak lagi memadai untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, terutama karena Pantai Jodo masuk dalam prioritas pengembangan wisata Kabupaten Batang tahun 2027.
”Tahun 2027 Pantai Jodo menjadi salah satu prioritas pariwisata Batang. Infrastruktur penunjang ke sana harus bagus. Sayangnya mau menjadi pariwisata nasional tapi jalannya masih sempit,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurut Nur Cahyaningsih, usulan perbaikan jembatan tersebut sebenarnya sudah di sampaikan masyarakat sejak lama. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan dari pemerintah daerah.
”Sudah lama sekali usulannya. Jangan sampai harapan masyarakat terus di beri janji, tapi tidak pernah terealisasi,” ucapnya.
Ia mengaku telah melihat langsung kondisi akses menuju Pantai Jodo, termasuk jembatan sempit yang menjadi satu-satunya jalur penghubung menuju kawasan wisata pesisir tersebut. Sementara itu, Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, mengatakan usulan pembangunan jembatan selalu muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun. Ridho menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi akses utama warga sekaligus jalur menuju Pantai Jodo. Kondisinya yang sempit membuat kendaraan besar harus bergantian saat melintas.


