Antisipasi Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara

SLAWI, smpantura – Mengantisipasi kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet, kegiatan pendakian dalam wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat ditutup sementara, mulai 11 September 2023 kemarin, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini tertuang, dalam Surat Edaran Perhutani KPH Pekalongan Barat nomor 0674/051.1/PKB/2023.

Administratur/KKPH Pekalongan Barat Haris Setiana, melalui Wakil Administratur/KKPH Pekalongan Barat, Oktavian Dwi Maulana menyampaikan, fenomena El Nino atau panas ektrem, yang sedang melanda sebagian Indonesia dan diperkirakan, akan terjadi mulai Agustus hingga September 2023.

“Dalam rangka antisipasi kebakaran hutan, serta keamanan dan keselamatan para pendaki, maupun masyarakat yang beraktivitas di area Gunung Slamet, seluruh jalur pendakian dalam wilayah KPH Pekalongan Barat, untuk sementara waktu ditutup,” jelas Oktavian, Kamis (14/9).

BACA JUGA :  Gedung Perpusda Tak Rampung, Pemkab Abaikan Surat Perpusnas

“Untuk selanjutnya, komunitas relawan Gunung Slamet agar secara aktif, membangun komunikasi dan koordinasi, dengan berbagai pihak agar tercipta sinergi dan saling memantau adanya titik api di sekitar Gunung Slamet,” lanjutinya.

Dalam masa penutupan jalur, seyogyanya dapat dimanfaatkan oleh pengelola, untuk melakukan perbaikan dan penataan kembali rambu-rambu dan tanda petunjuk arah jalur.

Ketua Base Camp Permadi Guci, Ahmad Fajar menyampaikan, dengan ditutupnya jalur pendakian, ratusan pendaki pun batal mendaki Gunung Slamet.

“Untuk pendaki yang batal naik kurang lebih yang sudah masuk dalam daftar bookingan (pemesanan) ada lebih kurang 150 orang,”jelasnya.

Menurutnya, sembari jalur pendakian dibuka kembali, para pengelola base camp melakukan pembenahan dan pembersihan sampah. (T04-Red)

Scroll to top
error: