“Perhitungan biaya distribusi masih kami kaji karena ada kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ini menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.
Kesiapan
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau, termasuk pemetaan daerah rawan kekeringan.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), guna memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan.
“Kita koordinasikan semua pihak, termasuk BUMD, agar dampak kekeringan bisa ditekan. Tidak hanya soal air bersih, tapi juga dampaknya terhadap swasembada pangan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menambahkan, distribusi air bersih dalam situasi darurat membutuhkan dukungan lintas sektor. Salah satunya melalui koordinasi dengan PT Pertamina.
“Distribusi ini untuk kebencanaan dan kedaruratan, sehingga perlu kolaborasi. Nanti akan kita komunikasikan dengan Pertamina,” katanya. (**)


