“Kami sengaja anak-anak tampil bersama. Itu untuk membangkitkan agar mereka antusias setelah beberapa hari sedih karen merasakan lingkungnya terendam air sehingga tidak bisa beraktivitas,”tuturnya.
Salah satu korban banjir, Ara siswi kelas 3 SD mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran badut ibu-ibu itu. Dengan permainan dan hadiah yang diberikan diabersama teman sebayanya kembali gembira.
“Senang sekali karena badut-badutnya lucu. Selain itu juga dapat hadiah buku karena bisa menjawab pertanyaan.”
Dalam kesempatan yang sama, warga terdampak banji mendapat pelayanan periksa kesehatan gratis dari pihak medis. Sehingga membantu mereka yang tidak bisa berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Baksi sosial itu membantu memudahkan warga memperoleh layanan kesehatan yang ringan. Karena setelah banjir belum sempat berobat karena mengemasi barang-barangnya yang terendam air.”
Beberapa penyakit yang rawan diderita kaum ibu, yakni pegal dan capek, setelah membersihkan rumah. Sebagian dari mereka juga ada yang menderita hipertensi.
“Dampak banjir anak-anak, terserang flu dan batuk ringan. Sebagian lagi diare.” (P02-Red)