“Banjir hari ini (Kamis-red) penyebabnya intensitas hujan tinggi dari sore hingga pagi hari. Di beberapa titik sudah mulai surat, dan titik-titik ini rutin tiap tahun banjir,” kata Umi Azizah saat cek lokasi banjir di Desa Sidaharja.
Bupati berupaya untuk mengatasi banjir tersebut dengan mengusulkan normalisasi sejumlah sungai yang kerap meluap, diantaranya Sungai Cacaban yang berada di wilayah Suradadi, Sungai Rambut dan Sungai Pekijingan di Kecamatan Warureja. Normalisasi seharusnya dilakukan dari hulu ke hilir. Namun demikian, sungai-sungai tersebut menjadi kewenangan Pemprov Jateng.
“Saya secara langsung menyampaikan ke Gubernur untuk normalisasi sungai-sungai di Kabupaten Tegal. Mudah-mudahan bisa segera direalisasi,” harapnya.
Sementara itu, salah satu warga yang terdampak banjir, Kosim, mengungkapkan daerahnya sudah menjadi langganan banjir terutama jika intensitas hujan tinggi dan dalam jangka waktu lama.
“Air mulai menggenangi jalan desa dan area rumah saya sejak pukul 05.00. Banjirnya ya karena kiriman dari lauapan sungai Cacaban. Intinya jika hujan dari wilayah hulu (Kidul) pasti disini banjir,” ungkap Kosim.
Kosim menyebut, kondisi banjir bukan sekali atau dua kali yang ia alami, melainkan sudah sering terjadi bahkan hampir setiap tahun. Tapi, kondisi banjir yang terjadi masih tergolong sedang dan belum yang terlalu parah.
“Disini sudah langganan, jadi ya tidak terhitung sudah berapa kali. Namun kondisinya belum yang terlalu parah, masih sedang, karena jika parah seperti tahun lalu, air bisa sampai masuk ke rumah dan semua sawah tergenang. Kalau ini kan beberapa sawah masih aman, yang di dekat rel kereta juga tidak kena air banjir,” ujarnya.