Bantuan Kasur Berdatangan untuk Korban Banjir di Prupuk Utara

SLAWI, smpantura – Bantuan berupa kasur, pakaian pantas pakai dan sembako berdatangan dari sejumlah pihak untuk membantu warga Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal yang terdampak banjir.

Banjir yang terjadi pada Minggu (25/2/2024) mengakibatkan rumah warga rusak. Selain itu, warga juga harus merelakan perabotan rumahnya yang rusak atau hanyut dibawa banjir.

Seperti kasur, peralatan elektronik, bahkan hewan ternak kambing yang mati karena tidak dapat diselamatkan.

Bantuan kasur dan pantas pakai diantaranya datang dari komunitas Lapak Pasmasiwi dan alumni SMA 1 Slawi.

Pada Rabu (28/2/2024) anggota Lapak Pasmasiwi menyerahkan bantuan kasur sebanyak 15 buah dan pakaian pantas pakai.

Bantuan diserahkan Ketua Lapak Pasmasiwi, Abadi Pitoyo bersama Tim Ikhlas Lapak Pasmasiwi kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal Elliya Hidayah.

“Bantuan ini dari grup Lapak Pasmasiwi, yakni grup alumni SMA 1 Slawi yang mempunyai usaha nasi ponggol, jualan rumah, jualan tanah, baju dan sebagainya,” sebut Abadi yang juga Sekretaris Camat Pangkah.

Komunitas Lapak Pasmasiwi dibantu Tim Ikhlas rutin membantu warga yang membutuhkan.

Di antaranya membagikan nasi ponggol (nasi bungkus) setiap hari Minggu, memberikan sembako ke pondok pesantren, lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) setiap awal bulan dan memberikan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan dan terdampak bencana alam.

Bantuan berupa kasur juga diberikan REI Komisariat Tegal Raya sebanyak 22 buah, PMI Kabupaten Tegal sebanyak 50 buah dan matras 30 buah, dari Dinas Sosial sebanyak 25 buah, Kemensos 40 buah, Dinas Kesehatan 35 kasur. Bantuan telah diserahkan di posko banjir Prupuk Utara.

BACA JUGA :  Stabilisasi Harga, Pemkab Tegal Gelar Pasar Murah Beras SPHP

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Elliya Hidayah menyampaikan terima kasih atas peran serta sejumlah instansi dan masyarakat membantu korban banjir di Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari.

Menurut Elliya, kasur merupakan salah satu perabotan yang saat ini dibutuhkan warga. Sebab, saat banjir melanda permukiman warga, banyak kasur yang hanyut.

Padahal perabotan ini sangat dibutuhkan untuk alas tidur warga agar tidak kedinginan. Sedikitnya 642 kasur dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Ada 214 rumah yang terdampak banjir. Apabila satu rumah dibantu tiga kasur maka dibutuhkan 642 kasur,” sebutnya.

Elliya menyebutkan, banjir di Prupuk Utara akibat dari luapan air Sungai Pemali yang melimpas ke permukiman warga.

“Banjir yang terjadi di Desa Prupuk Utara terutama di wilayah RW 03 dikarenakan ada saluran yang berada di RW 03 tidak bisa membuang air ke Sungai Pemali, sehingga air masuk ke permukiman warga.

Banjir yang menimpa tujuh RT yakni RT 01, 02, 03, 04, 05, 06 dan 07 berdampak pada 214 rumah,satu rumah kost, satu masjid, tiga mushola dan dua madrasah.

Lebih lanjut Elliya menuturkan, agar aliran Sungai Pemali tidak meluap atau melimpas ke pemukiman warga, maka perlu dilakukan penanganan di lokasi daerah aliran Sungai Pemali tersebut, yakni pembuatan bronjong atau talud penahan tebing sungai agar tebing tidak longsor.

Selain itu, membuat pengarah arus atau strekdam agar aliran air sungai lurus atau tidak membelok. (T04-Red)

Scroll to top
error: