Basarnas Nyatakan Kabar Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan adalah Hoax 

Ia mengatakan, permintaan penambahan waktu pencarian datang langsung dari pihak keluarga dan Pemkot Magelang. Apabila di perpanjang, salah satu kendala yang di hadapi oleh tim SAR yaitu logistik dan mereka menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan operasi SAR dan mendapat persetujuan dari pimpinan Basarnas Semarang.

Ada sekitar 100 orang sukarelawan yang melakukan pencarian yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Mereka telah melakukan pencarian dari hari pertama hingga sekarang, area sapuan atau pencarian sedikit banyak mengacu pada lokasi lokasi yang di curigai. Pencarian di lakukan dari jalur Malang hingga jalur Cemara Sakti tetapi hingga berita ini di turunkan belum korban belum di temukan.

BACA JUGA :  Peringati HUT RI ke 78, Warga Glintang Gelar Berbagai Perlombaan

Berdasarkan informasi yang di himpun, Syafiq mendaki bersama seorang rekannya dengan rencana pendakian tektok pada 27 Desember 2025 lalu. Namun di tengah perjalanan, rekan pendakinya mengalami cedera pada kaki sehingga tidak mampu melanjutkan pendakian. Syafiq kemudian turun gunung untuk mencari bantuan. Hingga batas waktu yang di tentukan, keduanya tidak kembali ke basecamp.

Tim SAR yang menerima laporan langsung melakukan operasi pencarian. Rekan Syafiq akhirnya berhasil di temukan dalam kondisi selamat dan telah di evakuasi. Sementara itu, Syafiq hingga kini masih di nyatakan hilang. (**)