Peran tersebut meliputi penguatan pemahaman keagamaan, menjaga stabilitas sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga mengedukasi masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial.
“Saya bersama Gus Yasin senang, mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus di uri-uri. Berbagai tokoh beda profesi bisa kumpul dengan semangat bersama,” katanya.
Acara tersebut turut di hadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Ketua Baznas dan MUI Jawa Tengah, Ahmad Darodji, serta Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin.
Sementara itu, Gus Rozin menyampaikan, jumlah nahdliyin di Jawa Tengah merupakan terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Timur. Dengan basis massa yang besar dan tersebar di berbagai sektor, komunikasi lintas profesi dinilai sangat penting.
“Tantangan yang harus di selesaikan itu banyak sekali. Menyatulah. Semakin besar, semakin rukun, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Konsolidasi warga NU di nilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran sosial, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (**)


