Belajar Seduh Kopi Jadi Kompetensi di Poltek Harber

TEGAL, smpantura – Mahasiswa Program Studi D3 Perhotelan, Politeknik Harapan Bersama menggelar Workshop Manual Brew Coffee, di gedung D Lantai 4, Poltek Harber, Selasa (20/12) lalu.

Wakil Direktur III Poltek Harber, Gunawan Adib Achmadi menuturkan, kegiatan tersebut melatarbelakangi perkembangan budaya, nongkrong di cafe atau coffee shop yang menjadi tren di kalangan pemuda.

“Mahasiswa sebaiknya aktif mengikuti organisasi dan kegiatan seminar atau workshop, agar teman-teman mempunyai pengalaman dan kesempatan yang sama dengan mahasiswa lain,” tuturnya.

“Kampus kita memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari apa yang sedang tren. Jadi jangan lewatkan kesempatan, untuk mendapatkan pengalaman. Karena ketika anda lulus, tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang dibutuhkan tapi juga mental, pengetahuan, dan wawasan,” tambahnya.

Ketua Prodi D3 Perhotelan Poltek Harber, Puput Dewi Anggraeni menerangkan, pelatihan menjadi wadah untuk mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan mengorganisasi kegiatan.

Hal ini sejalan, dengan salah satu kompetensi di bidang perhotelan, yaitu MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

BACA JUGA :  Peran Warga Ciptakan Keamanan Kondusif Ditingkatkan

“Dalam pelatihan ini, mahasiswa belajar untuk menyeduh kopi secara manual dengan teknik vietnam drip, V60 dan sebagainya. Kemampuan tersebut menjadi bekal, untuk menambah kompetensi yang dimiliki mahasiswa, sejalan dengan mata kuliah yang ada di Prodi Perhotelan,” kata Puput.

Proses lokakarya yang dipelajari, yaitu penyeduhan atau disebut brewing.

“Setelah biji kopi melewati proses roasting dan resting, biji kopi sudah siap untuk diseduh. Pada dasarnya, proses penyeduhan ada dua macam, yaitu manual brewing dan basic espresso,” ujar Imam Kuswanto, narasumber.

Imam menjelaskan, teknik manual brewing yang paling mudah adalah kopi tubruk. Kemudian vietnam drip, dinamakan begitu karena alatnya memang berasal dari Vietnam.

“Dalam teknik vietnam drip, harus memperhatikan komposisi susu yang digunakan, karena akan mempengaruhi rasa, walaupun rasa itu kembali kepada selera masing-masing orang,” tutur Imam. (T03-Red)

Scroll to top
error: