Slawi  

Bisnis Lesu, Penjual Kubah Masjid di Tegal Pilih Banting Harga

Namun tantangan tak berhenti di situ. Persaingan usaha semakin ketat. Banyak pemain baru bermunculan, menawarkan harga jauh di bawah standar. Menurut Amrozi, tak sedikit harga yang dinilai tidak wajar sekadar demi merebut proyek.

“Kami kadang kalah di harga. Ada yang banting harga, padahal kualitasnya belum tentu sama,” ujarnya.

Meski demikian, pesanan masih datang, meski tak seramai dulu. Selain melayani wilayah Kabupaten Tegal, Amrozi juga menerima order dari Kabupaten Pemalang hingga Kabupaten Batang. Jaringan pelanggan lama menjadi penopang utama agar roda usaha tetap berputar.

BACA JUGA :  HUT Ke-78, PMI Kabupaten Tegal Kukuhkan 3.233 PMR 

“Kami tetap bertahan walaupun di tengah kondisi yang tidak mudah,” pungkasnya. (T05)