”Kalau melihat posisi geografis di Jawa, Batang seharusnya bisa menjadi daerah yang kuat, bahkan ‘adidaya’. Kami sedang menuju ke sana, meski di lakukan secara bertahap melalui kerja jangka panjang,” ucapnya.
Optimisme
Ia menyampaikan optimisme tersebut dengan memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang saat ini di sebut mencapai 7,7 persen, salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu, serapan tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan jumlah mencapai sekitar 80.000 orang. Kondisi ini dinilai sebagai dampak dari masuknya investasi serta penguatan sektor industri di wilayah tersebut. Dari sisi kualitas hidup, Faiz mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batang telah mencapai angka 77,1. Capaian ini menempatkan Batang dalam lima besar kabupaten/kota dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah.
”Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai pemangku kepentingan. Salah satu faktor pendorongnya adalah kebijakan daerah seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang investasi yang memberikan kemudahan bagi investor,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengingatkan, keberhasilan tersebut bukan berarti tanpa tantangan. Sejumlah persoalan mendasar seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara berkelanjutan.
”Pembangunan tidak pernah berhenti. Setiap pemimpin pasti melanjutkan, karena tidak mungkin semua persoalan selesai dalam satu periode,” katanya.
Faiz juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam mendorong pembangunan. Ia menilai pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial di masyarakat. Menurutnya, tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kelompok masyarakat yang lemah berpotensi semakin tertinggal dalam arus pembangunan.


