CJIBF 2026 Kantongi 40 Minat Investasi Rp 16 Triliun Dalam Satu Hari

“Ini menjadi tugas DPMPTSP untuk mengawal kepeminatan yang sudah tanda tangan LOI agar benar-benar terealisasi menjadi investasi,” ujar Sakina.

Ia menyebutkan, minat investor terlihat tinggi hampir di seluruh sektor yang di tawarkan. Investor yang hadir berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dan menunjukkan komitmen awal untuk menjalin kerja sama bisnis di Jawa Tengah.

Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), ada beberapa sektor yang paling di minati. Yaitu sektor industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

Sementara untuk penanaman modal asing (PMA), sejumlah investor berasal dari Thailand, China, dan India.

“Ada PMA dan PMDN. PMA yang saya tahu ada dari Thailand, China, dan India. Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya realisasi membutuhkan waktu satu sampai dua tahun karena masing-masing investor masih melakukan kajian,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Tegaskan Peran Strategis Lembaga Penyiaran dalam Informasi dan Sosial Kontrol

Sakina menambahkan, CJIBF menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga tren pertumbuhan investasi daerah. Pada 2025, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 88,5 triliun, ditambah investasi usaha mikro dan kecil (UMK) sebesar Rp 21,52 triliun.

Adapun pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp 23,02 triliun. Pemerintah provinsi menargetkan capaian investasi tahun ini meningkat minimal 10 persen di banding tahun sebelumnya.

“Target investasi tahun ini minimal naik 10 persen dari realisasi sebelumnya,” kata Sakina. (**)