SEMARANG, smpantura – Baru sehari di buka, ajang Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 langsung mencatatkan potensi investasi jumbo. Sebanyak 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi berhasil di kantongi dari calon investor dalam dan luar negeri dengan estimasi nilai mencapai Rp 16 triliun.
Capaian tersebut di peroleh dari rangkaian one on one meeting. Yang di lakukan antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha dalam pembukaan CJIBF 2026 di Kota Semarang, Senin pagi (11/5/2026).
“CJIBF yang kita lakukan, hari ini kita telah menelurkan kepeminatan (LOI) dan Rp 16 triliun potensi investasi telah disepakati,”. kata Gubernur Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Rapat Kerja Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026) malam.
Forum investasi tersebut di buka langsung oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman. Acara juga di hadiri perwakilan 12 pemerintah provinsi anggota Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) dan sejumlah calon investor dari berbagai negara.
Ahmad Luthfi mengatakan, CJIBF menjadi salah satu instrumen strategis. Yaitu guna mempercepat masuknya investasi ke Jawa Tengah. Dengan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.
Menurutnya, forum tersebut di rancang untuk mempertemukan investor dengan pemerintah daerah, mitra usaha, hingga pengelola kawasan industri yang memiliki proyek siap di tawarkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan, 40 LOI yang tercatat berasal dari ketertarikan investor terhadap 21 proyek investasi ready to offer yang di presentasikan dalam forum tersebut.
Sektor
Proyek itu terdiri atas 17 sektor strategis. Mulai dari renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Selain itu terdapat empat kawasan industri unggulan yang di promosikan. Yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.



